Kawasan Minapolitan Badug di Kabupaten Nganjuk

Kawasan Minapolitan Badug di Kabupaten Nganjuk
Ibu-ibu menjadi aktor utama penggerak ekonomi di kawasan Minapolitan di Bendungan Badug. Basis bank protein dari daratan ini memiliki konsep pengembangan ekonomi kawasan berbasis komoditas unggulan dari hulu ke hilir. Model yang tepat sebagai pola pengembangan ekonomi masyarakat pedesaan daratan rendah.

17 Jul 2017

Kawasan Minapolitan Badug di Kabupaten Nganjuk : Sentra Ekonomi Perikanan Kawasan Dataran Rendah

"Yang tidak makan ikan, saya tenggelamkan", Bintang Ikan, Susi Pudjiastuti, Mentri Kelautan dan Perikanan 



 Ibu-ibu menjadi aktor utama penggerak ekonomi  di kawasan Minapolitan di Bendungan Badug. Basis bank protein air tawar dari daratan ini memiliki konsep pengembangan ekonomi kawasan  berbasis komoditas unggulan dari hulu ke hilir. Model yang tepat sebagai pola pengembangan ekonomi masyarakat pedesaan daratan rendah.

       Apa Sih Kawasan Minapolitan itu ? Berdasarkan UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Minapolitan masuk dalam kategori Agropolitan dijelaskan bahwa Kawasan Agropolitan/Minapolitan adalah kawasan yang terdiri atas satu atau lebih pusat kegiatan pada wilayah perdesaan sebagai sistem produksi pertanian/perikanan dan pengelolaan sumber daya alam tertentu yang ditunjukkan oleh adanya keterkaitan fungsional dan hirarki keruangan satuan sistem permukiman dan sistem agrobisnis. Itu artinya kawasan ini merupakan centar ekonomi perikanan atau Pasar Ikan. Indonesia telah memiliki dua daerah Model Kawasan Minapolitan yang dinilai sukses yakni Kabupaten Sumba Timur dan Kabupaten Pacitan. 

           Kabupaten Nganjuk juga memiliki Kawasan Minapolitan yang juga dikenal sebagai tempat wisata kuliner Badug. Sejak lama, kawasan ini telah menawarkan sensasi kuliner dipinggir sungai atau warung pinggir kali  dengan menu spesial iwak kali atau ikan sungai. Badug sebenarnya adalah bendungan yang dibangun di persimpangan dua aliran sungai Brantas dan difungsikan sebagai irigasi persawahan di Kecamatan Tanjunganom. Seiring perjalanan waktu, pintu air bendungan lama kelamaan menjadi satu daya tarik wisata lokal, hingga terdapat beberapa warung makan yang menyajikan menu ikan segar khas sungai Brantas.

Foto Pintu Air Bendungan Badug di Sungai Brantas

               Saat ini, Badug menjadi sentra wisata kuliner berbau ikan sekaligus pasar ikan khas sungai air tawar. Jika berkunjung ke Nganjuk, rekomendasi tempat wisata kuliner yang satu ini selalu disarankan. Saya sebagai orang asli Nganjuk, sebenarnya sudah sering mendatangi tempat ini. Untuk pecinta kuliner yang bosan dengan santapan Fast Food dan ingin bernostalgia dengan masakan tradisional, Badug adalah tempat yang tepat. terlebih bagi mereka yang suka dengan hidangan berbahan ikan. 

               Daerah Minapolitan ini, menyajikan aneka hidangan ikan dengan berbagai cara pengolahan. Dari Mulai di goreng, di kukus, di bumbu, di giling hingga dibakar seluruhnya tersedia disini. Olahan kaya rempah yang menggugah selera makan benar-bener bisa didapatkan dengan mudah. Jenis ikan yang ditawarkanpun juga beragam, dari mulai Ikan Bawal, Gurame, Gabus, Belut, Wader, Kething, Udang, Bandeng, Nila dan beberapa ikan khas lokal lainnya. 

Foto Pasar Ikan Segar di Badug

           Berkunjung ke Badug, para wisatawan pencinta kuliner akan disuguhkan dengan pemandangan berderet rumah makan dipinggiran sungai dan pasar ikan kecil. Konsepnya adalah makan lalu pulang membawa oleh-oleh ikan segar. Harga yang ditawarkan dari kuliner hingga ikan segar pun cukup bervariasi. Dengan uang Rp. 100.000.- pengunjung bisa makan keyang dan membawa oleh-oleh ikan segar lo...! untuk harga ikan segarnya juga cukup bervariasi. Ikan Nila, Gurame, Belut dan Wader dijual dengan harga Rp. 25.000-30.000, sedangkan Udang dijual dengan harga Rp. 60.000,-. Ikan Lele dijual dari harga Rp.18.000-Rp.20.000. Sedangkan menu yang ditawarkan adalah berbagai varian Bothok Ikan, Lalapan Ikan, Bakso Ikan, Ikan Bakar, Sayur Asem dan Es Degan. 

Foto Salah Satu Warung Makan yang sedang Ramai Pengunjung

            Selain sensasi makanan olahan ikan dan ikan segarnya, Badug juga menawarkan keunikan lainnya. Keunikan ini adalah peranan perempuan yang 90% menyokong aktivitas ekonomi di Kawasan Minapolitan Badug. Dari mulai pengelola warung makan hingga penjual ikan segar semuanya dijalankan oleh kaum hawa. Fenomena ini sangat sesuai dengan  Misi  pengembangan kawasan Minapolitan yakni Produksi, Pendapatan dan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Daerah terlebih dari segi Gender. 
Foto Emak-Emak Sedang Berjualan Ikan segar

Menarik Bukan.......! 
Jika berkunjung ke Nganjuk sempatkan mampir ya.....!







0 comments:

Posting Komentar

Share on

Twitter Linkedin Instagram Facebook

Find Me