Kawasan Minapolitan Badug di Kabupaten Nganjuk

Kawasan Minapolitan Badug di Kabupaten Nganjuk
Ibu-ibu menjadi aktor utama penggerak ekonomi di kawasan Minapolitan di Bendungan Badug. Basis bank protein dari daratan ini memiliki konsep pengembangan ekonomi kawasan berbasis komoditas unggulan dari hulu ke hilir. Model yang tepat sebagai pola pengembangan ekonomi masyarakat pedesaan daratan rendah.

21 Jul 2016

Situs Wisata Sejarah Episode Candi Jawi (Pasuruan)


  Mengenal sejarah berdirinya Nusantara sebenarnya sangat menyenangkan lo! Banyak hal yang disa di pelajari dari sana, pola hidup, sistem pertanian, model teknologi, seni-budaya, makanan, teknik perang pola arsitektur hingga sistem kepercayaan. Sayangnya, kegiatan mengenal sejarah masih jarang diminati. Banyak alasan untuk tidak meminati kegiatan tersebut. Bagi anak-anak zaman sekarang wahana wisata berbau teknologi tinggi lebih menyenangkan daripada wisata ke candi atau museum purbakala. Kenyataannya sih, iya penulispun juga merasa begitu. Sebenarnya ketika kita bisa membaca dan mengenal sejarah banyak keuntungan yang kita dapat, misalnya menerapkan keunggulan teknologi atau strategi dimasa lampau untuk di bawa ke masa sekarang. Namun, pernah terbersit sedikit pertanyaan dipikiran penulis kenapa ya sejarah menjadi penting? Sebenarnya sudah ada beberapa jawaban mengenai pertanyaan itu dari beberapa buku etnografi yang nyasar dan kilaf di baca penulis. Buku-buku itu merangkum jejak kejayaan masalalu dari Mataram, Majapahit, Padjajaran dan Sriwijaya. Sebuah buku (tapi lupa judul dan pengarannya) menceritakan  pengalaman dari pelayar bangsa eropa yang menginjakan kakinya pertama di Nusantara. pelayar tersebeut melihat kekayaan Jawa yang melimpah bahkan jalanpun di bangun dari emas. Begitu kayanya nusantara kala itu. Tetapi, kekayaan nusantara waktu itu justru membuat orang barat terpikat dan ingin menguasai kekayaan nusantara dengan 3G-nya (glory, gold, gospel). Dulu sistem dan tata kehidupan masyarakat Nusantara telah tertata dengan baik tidak ada KB tapi juga tidak ada ledakan penduduk semuanya terkendali berkat pola kesehatan berbasis herbal (yang sekarang sudah tenggelam).Pemikiran-pemikaran modern telah ada, dimana persepsi seksualitas tidak ada, semua dianggap sama antara perempuan dan laki-laki tidak ada yang berbusana. 
          Perubahan terbesar kehidupan nusantara mulai berubah seiring penjajah datang dan perlahan mulai memaksa penduduk untuk bertanam paksa, kerja rodi dan dibudakkan. Perbudakan inilah yang membuat maindset lapar-makan-mencuri-keyang-kecanduhan-seks bebas dll. muncul dan menjadikan indonesia seperti sekarang. Pada proses perbudakaan orang lebih berfikir perut tanpa mau berfikir tentang sejarah. 350 tahun dijajah belanda dan 3,5 tahun di jajah jepang maka totalnya adalah 353,5 tahun orang indonesia secara turun temurun hanya berfikir masalah lapar dan dan kenyang hingga menciptakan mindset 'banyak anak banyak rezeki'. 353,5 tahun masa penjajahan itulah orang Nusantara terutama indonesia kehilangan sejarahnya akibat perbudakan. Belum lagi di potong dengan siasat memerdekakan Indonesia sudah barang tentu tidak ada waktu untuk melihat sejarah secara lebih dalam kala itu. Panjangnya masa tersebut seringkali di manfaatkan kaum Eropa untuk meneliti sejarah Indonesia dengan resiko monopoli data yang cukup tinggi. kaum pribumi saat itu justru kehilangan sejarah nenek moyang mereka. Masa kehilangan sejarah selama itu masih ditambah dengan ketidaktegasahan pengelolaan situs purbakala di masa sekarang. Potensi hilangnya sejarah juga di dukung dengan ketidak mau tahuan generasi muda sekarang. 
        Seringkali penulis bertemu peneliti luar negeri, mereka beramai-ramai meneiti Indonesia mengenai situsnya dan sejarahnya untuk di boyong dan diterapkan di negara mereka lalu indonseia untung apa? pasti hanya untung referensi penelitiannya saja. kalau menurut penulis buku-buku hibah ataupun bukan hibah yang bersumber dari peneliti luarnegeri di Indonesia tidak lain hanyalah ampas yang sarinya telah diambil membuat kita tertinggal jauh dengan modernitas dan keunggulan ekonomi serta teknologi mereka. tulisan ini sebenarnya adalah bentuk keprihatinan penulis saat penulis berkunjung ke salah satu situs purbakala yakni Candi Jawi. Candi Jawi berada di darah kabupaten Pasuruan dan terletak diantara kecamatan prigen dan Pasuruan, letaknya cukup strategis yakni dipinggir jalan utama prigren-pandaan-surabaya. Area situs tersebut dijaga oleh petugas dari dinas purbakala. Tidak ada karcis masuk di sana, pengunjung hanya dikenakan banyaran seiklasnya. Menurut keterangan penjaga Candi Jawi masih aktif digunakan sebagai tempat persembanyangan, sehingga seseorang yang kesana seharusnya memiliki perilaku yang tidak asal-asalan. sejak bumingnya foto selfi situs candi ini menjadi sasaran background para selfier hingga terasa tidak enak dipandang. Sifat pengunjung yang sangat memprihatinkan adalah tidak menghornati candi ini sebagai tempat suci. Secara etika dimanapun tempat sucinya dan apapun background agama tempat suci itu, bagi perempuan yang sedang datang bulan dilarang untuk menginjak, menduduki ataupun memasuki ritus utama. namun, kebanyakan situasi dilapangan sangat berbeda.


                                                      Foto Selfi Masyarakat Di Candi Jawi

                                                              Pintu Masuk Candi Jawi

         Ulasan sejarah candi kawi menurut Negarakertagama (56:1) didirikan oleh Raja Kertanegara pada akhir pemerintahan Singasari (XIII). Candi ini difungsikan sebagai tempat Pendharmaan Raja Kertanegara, hal ini dapat diketahui dari relief candi yang menggambarkan suatu ritus Pradaksina (suatu  upacara yang berhubngan dengan penghoramatan terhadap dewa). Dari beberapa relief juga dapat dilihat tata cara upacara dan busana yang dikenakan. beberapa foto baikpenampakan tempat wisata ini gambar relief dan tata arsitektur sempat di dokumentasikan oleh penulis. Relief-relief tersebut mengambarkan betapa kehidupan zaman dahulu sebenarnya memiliki penghidupan yang adiluhung, darisini semoga keberadaan situs sejarah difungsikan secara positif bukan secara negatif. Biar bagaimanapun sejarah merupakan jati diri bangsa, keunggulan budaya yang fungsinya sebagai referensi dan pembanding untuk kemajuan Indonesia.
Semoga tulisan ini bermanfaat pagi pembaca, Terimakasih.

                                                                Relief samping candi

                                                               Kompleks Candi Jawi

                                                          Komplek Depan Candi Jawi
                                                                                                                                Salam,
                                                                                                                                penulis 

0 comments:

Posting Komentar

Share on

Twitter Linkedin Instagram Facebook

Find Me