Kawasan Minapolitan Badug di Kabupaten Nganjuk

Kawasan Minapolitan Badug di Kabupaten Nganjuk
Ibu-ibu menjadi aktor utama penggerak ekonomi di kawasan Minapolitan di Bendungan Badug. Basis bank protein dari daratan ini memiliki konsep pengembangan ekonomi kawasan berbasis komoditas unggulan dari hulu ke hilir. Model yang tepat sebagai pola pengembangan ekonomi masyarakat pedesaan daratan rendah.

14 Mar 2017

Coban Grojokan Sewu : Wisata Lokal Masyarakat di Atas Kepengurusan Perhutani

           Wisata grojogan Sumber Sewu merupakan wisata air terjun yang berada di pinggir jalan raya Ngantang Kasembon tepatnya di Dusun Tretes Desa Grobokan Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Daerah wisata air terjun ini cukup unik karena bangunannya yang dikombinasi warna merah dan kuning menggambarkan adanya karakteristik Cina. Selain itu, di dalam kawasan wisata juga terdapat patung Budha dan dua arca buatan mirip dwuarapala.
                Selama berkunjung disana, ada beberapa wisatawan lokal yang juga mendatangi tempat wisata air terjun tersebut. Menurut penuturan warga yang datang kesana, komplek air terjun ini dibangun sejak 5 tahunan yang lalu. Sebelum dibangun sebagai tempat wisata tempat ini merupakan punden desa. Tak ada keterangan mengenai nama Grojogan Sewu, namun menurut keterangan warga lainnya sebut saja Bu Bunga (nama disamarkan), tempat wisata lokal ini di bangun pada 2011 oleh seorang masyarakat Thionghoa dari Mojokerto. Orang China tersebut membangun kawasan air terjun Grojogan Sewu bukan karena misi ekonomi melainkan misi balas Budi dan ucapan terimakasih. Hal tersebut dilatarbelakangi kesembuhan orang Cina tersebut setelah mandi dan melakukan terapi beserta ritualnya di air terjun tersebut. Maka tidak heran jika di daerah tersebut ditemukan patung Budha.
              Pada kawasan wisata ini pengunjung tidak dikenakan biaya masuk. Semua fasilitas dapat digunakan secara gratis. Namun, belakangan ada beberapa pihak yang mencoba memanfaatkan kesempatan tiketing untuk kepentingan pribadi. Pihak-pihak tersebut datang dari warga dan pihak Kedinasan. Menurut Bu Bunga kawasan wisata tersebut memang termasuk dalam kawasan kelola perhutani sehingga pengelolaannya diambil alih perhutani secara hukum dan UU. Akan tetapi, pihak perhutani selaku pengelola kawasan hutan  tidak melakukan pengelolaan yang sistematis pada kawasan wisata itu. Kawasan grojogan sewu murni dikelola oleh penjaga punden dan masyarakat. Sebelumnya telah terjadi protes dari warga tentang pematokan pintu gerbang masuk kawasan wisata tersebut oleh dinas tekait. Akhirnya dinas tersebut membuat pintu gerbang masuk 300 meter dari jembatan masuk air terjun. Perkembangan loket masuk dan pintu gerbang tidak bertahan lama, karena medan masuk yang susah jika masuk lewat pintu wisata yang dibuat oleh kedinasan tersebut. Dari sini kedinasan tersebut kemudian memindah pintu masuk dikawasan dalam arah masuk air terjun dan lebih dekat dengan jembatan gantung.

    Foto Pintu Masuk Kedinasan

             Mengenai loketing awalnya pihak warga telah memanfaatkan peluang tersebut dengan menarik biaya masuk sebesar 10.000 namun ada satu peristiwa yang terjadi setelah kejadian diadakannya tiketing oleh warga. Warga yang menggagas tiketing tiba-tiba mengalami trans atau kesurupan. Tindakan kesurupan yang dialami adalah menghilangnya orang tersebut. Diduga orang tersebut menghilang diarea air terjun Grojogan Sewu. Setelah keesokan Harinya, orang tersebut kembali dan pulang kerumahnya dengan menceritakan kejadian yang menimpanya. Dia menceritakan bahwa dia merasa naik bis dan di suruh membayar uang 10.000. pengalaman naik bis mistis dengan biaya 10.000 tidak hanya dalam satu bis namun bergantian hingga tak terhitung berapa bis yang dinaikinya saat itu. Kejadian ini kemudian diartikan sebagai peringatan dari yang menunggu punden di kawasan wisata tersebut.
             Pemandangan yang cukup unik dari wisata Grobokan sewu adalah kelengkapan fasilitas wisata. Fasilitas wisata yang ada diantaranya adalah toilet dan mushola. Untuk kawasan wisata yang awalmunyanya sebagai tempat ritual orang cina, hal ini merupakan satu keunikan sendiri pasalnya Toleransi beragama sangat terlihat dari adanya tempat. Akan tetapi  Keberadaan mushola menurut penulis  masih belum cukup untuk menggambarkan persoalan toleransi. Bisa jadi ada diskursus lainnya sebagai wacana dalam sebuah mushola digrojogan Sewu(nampaknya pembahasan mulai berat). Kawasan wisata ini sangat direkomendasikan untuk mereka yang suka nge-trip. apalagi saat hari aktif masuk kawasan wisata ini sepi pengunjung dan dijamin gretong alias gratis. Silakan datang bagi yang mau merasakan sensasi alam serasa milik pribadi.

 Foto-Foto Lokasi Wisata





0 comments:

Posting Komentar

Share on

Twitter Linkedin Instagram Facebook

Find Me