Kawasan Minapolitan Badug di Kabupaten Nganjuk

Kawasan Minapolitan Badug di Kabupaten Nganjuk
Ibu-ibu menjadi aktor utama penggerak ekonomi di kawasan Minapolitan di Bendungan Badug. Basis bank protein dari daratan ini memiliki konsep pengembangan ekonomi kawasan berbasis komoditas unggulan dari hulu ke hilir. Model yang tepat sebagai pola pengembangan ekonomi masyarakat pedesaan daratan rendah.

15 Feb 2019

Perempuan Bertumbuh Lewat Usaha Kelompok Kreatif Mikro Pedesaan


Usaha membuahkan hasil setelah seseorang tidak akan menyerah. Ungkapan Napoleon Hill ini cocok untuk menggambarkan keadaan pagi ini. Puluhan orang menjajakan dan memperkenalkan produk unggulan dari berbagai daerah di provinsi daerah Istimewa Yogyakarta dalam Ekspo UKM Istimewa yang digelar di halaman Dinas Koperasi UKM DIY . Bertema Enterprenuer Itu Keren ! Para pengrajin menampilkan produk- produk keren mereka. Sesuai dengan program Industri 4.0, Ekspo ini lebih menonjolkan food and beverage dan textile and appear. Dari cemilan ringan, makanan berat, batik, kerajinan hingga beragaman minuman segar menyehatkan tersaji lengkap.

Banyak cerita menarik melatarbelakangi motivasi setiap wirausahawan yang hadir di Ekspo UKM Istimewa. Semangat mengangkat prodak dan menciptakan peluang pasar menjadi cerita yang dibincangkan kepada para komsumen. Sekmen produk dan ceritanya pun bermacam-macam. Untuk segmen pasar pencinta kopi mereka saling berbagi cerita tentang roasting kopi, asal muasal kopi hingga rasa khas kopi. penggemar batik, remaja melenial, ibu-ibu rumah tangga  mereka yang punya rasa dan selera masing-masing memilih perbincangan asyik di stand masing-masing penjual.  Saya pun tidak ketinggalan untuk ikut masuk pada perbincangan beberapa stand yang ada.

Banyak berbagai kisah yang mengispirasi dari usaha pada wirausahawan dan wirausahawati untuk memperkenalkan keunggulan produk mereka. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah seorang ibu yang menjajakan Kripik Pisang Coklat. Tadinya saya mengira prodak ini hanya prodak olahan biasa, namun dibalik itu ada cerita yang menarik untuk di dengar. Lewat tampilan prodak kripiknya, ketua KWT bernama Suhartini ini menjelaskan bahwa prodaknya beda dengan yang lain. Sembari mencicipi kripik Pisang Coklat di toples tester, dia bercerita bahwa olahan kripik ini di campur dengan berbagai bahan tambahan seperti susu dan gula halus. Bahan utamanya pun, yakni kakao diambil dari hasil pertanian dusun tempatnya tinggal.

Melirik tampilan kemasan produknya pun juga sangat menarik mata. Pengemasannya menggunakan standing pouch warna emas dengan label “Pisang Coklat Oleh-Oleh Khas Gunung Kidul” membuat setiap konsumen tertarik untuk membelinya. Tidak hanya pisang yang dikombinasikan dengan coklat hasil olahan kakao, ada juga beberapa prodak olahan kakao lainnya, misalkan Dodol Coklat dan minuman coklat Conklang. Selain itu ada Jahe Instant yang juga merupakan hasil bumi dari wilayah tinggalnya.
                                                                                                       Sumber : Data pribadi
                                 Foto Suharti semabari membawa produk unggulan KWTnya

Seperti yang tertera dalam label produk, keselurahan makanan dan minuman instant tersebut berasal dari Kabupaten Gunung Kidul. Wilayah spesifik produksinya berasal dari Dusun Karang Desa Ngalang Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunung Kidul. Siapa sangka semua produk ini diproduksi oleh KWT Melati Indah. Suhartini , menjelaskan kegiatan seperti ini baru dimualai tahun 2013 lewat binaan Dinas Pertanian dan Perkebunan DIY, Sedangkan produksinya baru dimulai pada tahun 2017 lalu. “ Awalnya sebelum 2013, KWTnya cuma menanam sayuran, baru setelah regenerasi itu fokus dipembuatan coklat”. Jelas Suhatri sembari tersenyum ceria.

Perempuan Bisa Perdikasikan Ekonomi Desa  

Ini ndak hanya dodol, minuman dan pisang coklat saja, Mbak! produknya banyak ada kuenya juga. Bahannya juga dari kakao. Kalau kuenya belum bisa tahan lama jadi yang saya bawa yang tahan lama” Suhartini menjelaskan tentang aneka prodak KWTnya. Anggota kelompok KWT berjumlah 20 orang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga. Kelompok ini bekerjasama dengan petani kakao yang berjumlah 50 orang dengan luasan kebun total 12 hektar. Sangat menarik, ditengah isu pemeberdayaan yang mengangkat peranan gender didalamnya, perempuan-perempuan anggota KWT ini justru secara mandiri dan sadar memperkuat ekonomi desa mereka.

                                                                                                        Sumber: Data pribadi
                                          Foto Produk Olahan Kakao KWT Melati Indah

Dari tahun 2013, pembekalan dan pendampingan dari Dinas Pertanian dan perkebunan seiring membuahkan hasil. Saat ini Kelompok KWT mampu menampung segala hasil kebun potensial di desanya. Bahkan sistem pengolahan dari barang mentah ke produk siap pasar semua dilakukan ibu-ibu KWT Melati Indah. Untuk produksi olahan kakao, mereka menampung biji kakao basah dari petani, memfermentasi dan melakukan pengolahan menjadi produk siap konsumsi.

Secara sistematis mereka juga mengontrol jadwal pemangkasan pada pohon kakao. Setiap hari Jum’at petani kakao memangkas ranting pohon kakaonya, hari Sabtu para petani menjual biji basah ke KWT untuk di fermentasi dan hari Minggu adalah hari pemasaran produk. Bagi mereka yang utama adalah memberdayakan masyarakat dan menaikan ekonomi dusun, sehingga pemenuhan bahan baku diambil seluruhnya dari wilayah Dusun Karang. Mereka akan mengambil bahan baku dari luar jika bahan baku dari dalam dusun tidak mencukupi.“Kalau ngambil bahan baku di dalam dusun itukan membantu petani, Mbak! Jadi mereka ndak jual kemana-mana. Harganya juga sudah pasti. Kita itu kalau beli kakao mesti menawarkan kok Mbak! ini mau diambil uang atau ndak? kalau misal ndak bisasnya itu masuk tabungan dan bisa dikembangkan untuk simpan pinjam anggota” jelasnya, menceritakan sistematika kerja kelompok KWTnya.

Implementsi Industri 4.0 pada Kegiatan KWT Melati Indah

Dari isu gender mengubah ekonomi desa, dari ranah domestik rumah tangga mereka berubah menjadi laskar pembawa kesejahteraan desa. Ekonomi hulu ke hilir, dari petani hingga ke konsumen keseluruhan digagas oleh 20 pasang tangan ibu-ibu rumah tangga yang kreatif. Kegiatan ini sama seperti harapan implementasi program Industri 4.0.

                                                                                               Sumber : Data Kemenperin
                                            Bagan Strategi untuk Makanan dan Minuman

Dalam empat elemen produk food and baverage yang diusung, KWT Melati Indah telah mewakili keseluruhan elemen. Highly Produktive agricultural and predictable yield diwujudkan dengan mensinergikan pola pemangkasan dan pemanenan. Strong SME support along the value chain diwujudkan dengan standart fermentasi dan pengolahan kakao dalam prodak olahan siap makan. Leading packaged food producer diwujudkan dengan pengemasan prodak yang sangat menarik dengan kemasan standing pouch dan label. Regional Food and beverage export hub diwujudkan dengan aktif mengikuti pameran dan ekpo produk sebagai usaha dari pemanfaatan akses domestik.

Titik prestasi mereka tidak sampai disisni. Mereka masih ingin terus maju, lewat pendampingan berbagai pihak diyakini menjadikan sumberdaya manusia mereka lebih berkualitas. “ Sampai sekarang kami masih didampingi, Mbak! kalau dulu pelatihan sekarang pameran seperti Ekspo Istimewa ini. Sementara ini produknya sudah menyebar di toko-toko oleh-oleh se-Gunung Kidul, insyaallah setelah ekspo ini kami mau nitip di pusat oleh-oleh yang ada di Kota Jogja” pungkasnya sebagai penutup perbinjangan saya dengannya.

Usaha yang menarik dan menginspirasi ini membuat saya sangat apresiatif pada  event ekspo yang digelar dari tanggal 14-16 Februari 2019 itu. Semangat menginspirasi berjumpa dengan perwkilan KWT Melati Indah menguatkan bahwa perempuan bisa menjadi agen of change bagi ranah domestik di sekitarnya. Nyala api semangat dari perempuan-perempuan kreatif  Dusun Karang Desa Ngalan Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunung Kidul.  


0 comments:

Posting Komentar

Share on

Twitter Linkedin Instagram Facebook

Find Me