Kawasan Minapolitan Badug di Kabupaten Nganjuk

Kawasan Minapolitan Badug di Kabupaten Nganjuk
Ibu-ibu menjadi aktor utama penggerak ekonomi di kawasan Minapolitan di Bendungan Badug. Basis bank protein dari daratan ini memiliki konsep pengembangan ekonomi kawasan berbasis komoditas unggulan dari hulu ke hilir. Model yang tepat sebagai pola pengembangan ekonomi masyarakat pedesaan daratan rendah.

1 Jul 2019

Petilasan Gajah Mada : Situs Sejarah yang Kaya Cerita (Edisi Pertama)


     Siapa yang tak mengetahui nama besar Patih Gajah Mada. Beliau adalah Mahapatih Kerajaan Majapahit yang sudah terkenal di seluruh nusantara. Sumpahnya yang di namai sumpah Palapa menjadi salah satu ciri khas dalam perpolitikannya. Bunyi sumpah itu tidak lain adalah Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, TaƱjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa atau dalam Bahasa Indonesia Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikianlah saya (baru akan) melepaskan puasa. Sumpah itu tidak lain adalah ambisinya untuk menyatukan seluruh wilayah menjadi kenegaraan Nusantara atau Nuswantoro dengan Majapahit sebagai pusat pemerintahannya. Bagaimana kisah hidup Maha Patih ini?

     Berbagai penelitian dari ahli sejarah dan arkeologi yang mencoba untuk mencari jejak Sang Mahapatih Gajah Mada, namun sampai sekarang belum juga menemukan sebuah kepastian siapa sebenarnya Gajahmada. Berjalanan ekspedisi saya kali ini menemukan sebuah situs mengenai jejak sang mahapatih  yang ternyata tidak jauh dari rumah tinggal saya. Situs ini bernama Petilasan Agung Mahapatih Gajah Mada yang terletak di Desa Lambang Kuning, Kecamatan Kertosono Nganjuk. Terdapat banyak pepohonan, namun yang menyita perhatian adalah dua pohon beringin besar disana dan empat makam yang diselimuti kain pada batu pusaranya. Satu makam mendapat kekhususan, dari tata letaknya dia berada diantara dua pohon Beringin dan berpagar kuning rapat yang mengelilingi makam dan dua pohon beringin tersebut. Tiga makam lainya berada diluar pagar dan dibatasi dengan kain kuning dan rerimbunan pepohonan.

Foto Bangunan Utama Makam Roro Kuning 

      Menurut keterangan warga sekitar, keadaan situs ini dulunya tidak terjamah manusia. Masyarakat hanya tau disitu terdapat makam kramat dan merupakan petilasan Mahapatih Gajah Mada, namun masyarakat sekitar jarang mendatangi lokasi tersebut. Wilayah tersebut dulunya dikenal sebagai wilayah yang angker dan hanya orang-orang tertentu yang punya maksud dan keinginan mendatangi lokasi tersebut. Keadaanya sangat bertolak belakang dengan sekarang. Sejak dipugar  November 2008, situs ini lebih terbuka dan tidak seseram dahulu. Terlebih saat ini situs ini dikelola langsung oleh Paguyuban Petilasan Agung yang seluruh anggotanya lintas profesi dan Yayasan Kertagama Jakarta. Uniknya lagi tidak ada petugas kebersihan yang berjaga. Seluruh urusan bersih membersih melibatkan pengunjung dan dilakukan secara sukarela. Barang siapa yang ingin membersihkan (menyapu dan membersihkan toilet) dipersilakan, jika tidak mau atau hanya ingin berkunjung saja juga dipersilakan.

Foto Batu Peresmian Petilasan Agung 

Foto Banner Sekertariat Paguyuban Petilasan Agung
      
       Kata Petilasan sendiri berasal dari Bahasa Jawa yang dalam Bahasa Indonesia bekas jejak pertapaan. Diyakini makam utama yang berada di dalam pagar adalah makam Roro Kuning Istri Sang Mahapatih Gajah Mada beserta batu tempat bertapa, sedangkan diluar pagar adalah prajuritnya yang gugur saat Mahapatih bertapa di Desa Lambang Kuning. Banyak bekas dupa disekitaran makam utama. Seperti saat lebaran idul fitri kemarin banyak nya berziarah yang menyalakan dupa dan memanjatkan dupa.



Foto Makam Prajurit 

        Terdapat warung kecil sepuluh meter di selatan makam utama. Diakhir pekan warung ini ramai kunjungan para muda-mudi dan anak-anak. Selain kantin bangunan pendopo kecil peratap segilima juga terdapat di dekat pintu masuk. Rata-rata mereka memesan makanan di warung dan membawanya ke pendopo kecil tersebut sambal bercengkrama meninkmati sejuk dan rindaknya pepohonan. Menu yang ditawarkan oleh warung tersebut cukup beragam, dari mulai mie instan goreng hingga rebus plus telu, kopi, susu, teh, minuman sigmafit (tidak sebut merk) tersedia dan siap di pesan. Tidak ada tarif untuk masuk ke situs ini.

        Ada secuplik kisah cinta yang terekam dalam teks yang tepampang di papan Informasi. Ada baiknya kisah itu dilanjut di edisi kedua ya… ! dari pada yang baca kepanjangan, mending di bikin penasaran dulu hehehe. Oke selamat membaca beberapa informasi ini.

0 comments:

Posting Komentar

Share on

Twitter Linkedin Instagram Facebook

Find Me