Kawasan Minapolitan Badug di Kabupaten Nganjuk

Kawasan Minapolitan Badug di Kabupaten Nganjuk
Ibu-ibu menjadi aktor utama penggerak ekonomi di kawasan Minapolitan di Bendungan Badug. Basis bank protein dari daratan ini memiliki konsep pengembangan ekonomi kawasan berbasis komoditas unggulan dari hulu ke hilir. Model yang tepat sebagai pola pengembangan ekonomi masyarakat pedesaan daratan rendah.

15 Sep 2019

Kolaborasi Dua Generasi dalam Industri 4.0 dalam sebungkus Jamur Krispi

          Jamur Tiram, Siapa yang tidak tahu jamur putih nan enak itu? Berbagai olahan seperti Sop, Tumis dan krispi akan lebih lezat ketika jamur ini menjadi bahan utamanya. Jalan-jalan Sabtu pagi di keramaian Museum Gunung Merapi, saya menemukan olahan jamur yang kemasannya sangat enak dipadang. Olahan tersebut adalah krispi Jamur Tiram. Camilan kaya gizi ini hanya ada satu-satunya di Gelar Prodak UKMK yang diselenggarakan di pelataran Museum Gunung Merapi. Stand camilan kaya gizi ini, milik Bu Tari. Lebih menarik perhatian lagi, ketika salah satu produk jamur krispinya sedang promo.


         Ketika saya mendekati stand tersebut,  dengan ramah saya ditawari untuk mencicipi berbagai rasa dari Jamur Krispi yang ada. Sayapun tak membuang kesempatan tersebut, saya segera mencicipi krispi jamur rasa original. Rasa krispi jamur ini sungguh tidak menghilangkan rasa asli dari jamur itu sendiri. Ditambah renyahnya tepung membuat saya tak mau berhenti mengunyah. Rasa original tak juga mengobati rasa penasaran, saya kembali mencicipi krispi jamur rasa pedas level satu. Dari gigitan pertama rasa renyah tetap saya dapatkan dengan perpaduan rasa gurih berbalut pedas yang pelan-pelan muncul menyelimuti rasa asli jamur. Meski tidak terlalu pedas, level satu cukup cocok untuk mereka yang tidak terlalu suka pedas. Rasa penasaran masih juga tak kunjung terobati, saya pun merasakan tester jamur krispi pedas level 2 dan 3. Dua level ini cukup membuat saya melek, karena tingkatan rasa pedasnya lebih mantap dan terasa dari level satu. Untuk kalangan muda yang suka dengan tantangan pedas, level dua dan tiga adalah pilihan yang tepat.

Foto Berburu Prodak Sehi Rame-Rame


Stand Bu Tari Rame Pembeli

            Terpikat dengan rasa jamur krispi yang ditawarkan, membawa saya pada obrolan ringan terkait sejarah dari produk Jamur Krispi Bu tari. Pada stand Bu Tari terdapat beberapa produk snack ringan, salah satunya jamur krispi Bu Tari Original dan Balado, Jamur Krispi Sehi empat rasa dan manisan salak kering. Dulunya produk Bu Tari hanya jamur tiram biasa yang dibudidayakan lewat Kumbung Jamur di sebelah rumahnya pada tahun 2012. Jamur tiram mentah dijual di pasar dan penjual sayuran di wilayah Purwobinangun atau juga biasanya diambil penjual ke Rumah Bu Tari.

“ Waktu itu saya belum punya ide mbak, mau diapakannya jamur ini. Saya baru mulai mengolah sendiri itu tahun 2014, saya olah krispi. Saya punya ide mengolah Jamur Krispi itu Karena mengisi waktu luang. Daripada bingung habis panen diam aja mending ngolah jamur.” Terang Bu Tari
         Jamur Krispi yang telah diolah dikemas dalam wadah plastik snack tebal dan di sealer. Produk ini dititipkan ke beberapa toko dan mini market sekitar Purwobinangun. Rasa yang ditawarkan dari jamur krispy Bu Tari waktu itu masih jamur krispi rasa original dan balado. Label kemasannya pun masih sederhana, dengan plastik dan stiker produk diatas kemasan dan diplastik depan kemasan. Satu kemasan di jual dengan harga Rp. 13.000,- / 100 gram. Tingkat keuntungannya pun lebih banyak dari pada dijual dalam produk mentah. Selain itu, Bu Tari juga membuat manisan salak dengan harga Rp. 16.000,-/100gram. Manisan salak ini menjadi produk olahan lain yang peminatnya juga tak kalah banyak dari prodak jamur krispinya.

Kolaborasi Berdaya Jual Tinggi

        Seiring waktu Bu Tari terus berinovasi pada produk krispi jamurnya. Berbagai saran konsumen, ilmu-ilmu dari pelatihan PLUT-UKMK di Yogyakarta dan rajin mengikuti pameran, akhirnya Produk Jamur Sehi pun tercetus. Bu Tari tidak sendiri, dia berkolaborasi dengan anak laki-lakinya yang baru lulus dari Jurusan akuntansi STIEYKPN untuk menciptakan terobosan varian dan kemasan baru. Bu Tari meyakini kalau generasi saat ini lebih memiliki koneksi yang luas terlebih lagi di dunia sosial media.

          " Kalau Sehi ini anak saya Mbak, kebetulan baru lulus kuliah terus saya ajak. dia yang tau                     online sama yang buat labelnya itu ya dia" Jelas Bu Tari 

             Kolaborasi dua generasi antara ibu dan anak, melahirkan produk Jamur Krispy Sehi, dengan varian empat rasa yakni rasa original, Pedas level 1, level 2 dan  level 3. Kemasannya pun menggunakan standing pouch transparan satu sisi dan stiker tiga perempat sisi depan berwarna kuning. Inovasi ini baru mulai dikenalkan pada gelaran prodak UKMK yang diselenggarkan oleh PLUT-UKMK di Yogyakarta  di pelataran museum Gunung Merapi 13-15 September ini. Nama Sehi sendiri adalah singkatan dari nama panggilan ke empat anak Bu Tari yakni  Sita, Elin, Hima dan Ida. Dari kemasan baru ini, pasarpun menyambut baik. Banyak konsumen yang mulai tertarik membeli produk Jamur Krispi Sehi. Apalagi dalam peluncuran perdananya produk Jamur Krispi Sehi di jual dengan harga promo Rp.10.000,-/ Rp. 75 gram dari harga Rp. 13.000/75 gram. 

Sehi dan Produk Kripik Jamur dan Manisan Salak Bu Tari
         Berkolaborasi dengan kaum muda dirasakan Bu Tari mampu meningkatkan pendapatan. Terlebih lagi Hima, anak laki-laki Bu Tari, menggunakan model Industri 4.0, dimana lebih memanfaatkan jaringan online seperti Tokopedia, Bukalapak dan Instagram. Kolaborasi ini, membuktikan bahwa SDM unggul ternyata tidak datang dari yang muda saja. Generasi tua pun, jika didampingi generasi muda dan berkolaborasi mampu memicu meningkatkan ekonomi secara signifikan. Dari harga produk Jamur Kripi Bu Tari Rp. 13.000/100gram kini Jamur Krispi Sehi Rp. 13.000/75gram. Meski inovasi produk Kripik Jamur Sehi sudah mulai banyak diminati, kedepan kemasan plastik dengan merk Bu Tari tertap di produksi. Produk tersebut nantinya ditujukan untuk kalangan rumah tangga dan pasar lokal, sedangkan Kripik Jamur Sehi pada pasar kaula muda melenial dan pasar online. Pola kolaborasi dua generasi ini bisa menjadi pioner dalam dunia UKMK, apalagi wujud pengembangan ekonominya berbasis keluarga. Jadi, jika ada banyak Bu Tari dan Hima lainnya, tentu Indonesia akan lebih mapan dibidang UKMK.

  
Penasaran dengan produk Jamur Sehi dan Jamur Krispi Bu Tari? Langsung aja cek Instagram @Jamur.krispi.butari atau langsung cek di marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak. Jangan lupa kunjungi website www.diskopumkm.jogjaprov.go.id dan www.plutjogja.com  



0 comments:

Posting Komentar

Share on

Twitter Linkedin Instagram Facebook

Find Me